Manajemen SPP & Keuangan
Modul keuangan Mazid adalah jantung dari platform. Di sini, admin dapat membuat tagihan, track pembayaran, dan melakukan rekonsiliasi otomatis dengan sistem kode unik yang revolusioner.Apa Itu Sistem Kode Unik Mazid?
Sistem kode unik adalah fitur unik Mazid yang membuat rekonsiliasi pembayaran menjadi otomatis dan real-time. Cara kerjanya:- ✅ Tidak perlu konfirmasi manual
- ✅ Rekonsiliasi real-time
- ✅ Otomatis deteksi kelebihan pembayaran
- ✅ Mengurangi human error
- ✅ Menghemat waktu admin
Modul Keuangan di Mazid
- Tagihan
- Pembayaran
- Tabungan
- Pengeluaran
Tagihan (Bills) adalah pesanan pembayaran yang dibuat admin untuk santri/siswa.Jenis tagihan:
- SPP Rutin: Bulanan, per tahun, atau custom periode
- Biaya Masuk: One-time saat pendaftaran
- Biaya Kegiatan: Untuk acara khusus (wisata, outing, dll)
Cara Menggunakan
Membuat Tagihan SPP
Pilih santri/siswa atau kelompok
Anda bisa membuat tagihan untuk:
- Individual: 1 santri/siswa saja
- Kelompok: Satu kelas atau kategori santri/siswa (lebih cepat)
Isi detail tagihan
- Nama Tagihan: “SPP Januari 2024”, “Biaya Kesehatan”, dll
- Nominal: Jumlah yang harus dibayar (contoh: Rp 500.000)
- Deadline: Kapan harus dibayar (opsional tapi disarankan)
- Deskripsi: Penjelasan singkat (opsional)
Santri/siswa atau orang tua membayar
Di portal orang tua, mereka akan melihat tagihan ini dan pilihan untuk bayar:
- Transfer bank (dengan kode unik)
- QRIS
- E-wallet (jika dikonfigurasi lembaga)
Admin verifikasi pembayaran
Di menu Keuangan → Pembayaran, cek daftar pembayaran yang masuk. Sistem otomatis akan:
- ✅ Verifikasi kode unik (jika transfer bank)
- ✅ Update status tagihan menjadi “Lunas”
- ✅ Masukkan kelebihan ke tabungan santri/siswa
Membuat Tagihan Rutin (SPP Bulanan)
Untuk tagihan berulang setiap bulan, gunakan fitur Template Tagihan:Atur pengulangan
- Nominal tetap
- Frekuensi: Bulanan, 3 bulan, 6 bulan, tahunan
- Mulai dari bulan apa
- Otomatis buat tagihan tiap bulan
Lihat Laporan Keuangan
Konfigurasi Payment Gateway
Jika ingin santri/siswa bisa bayar pakai QRIS, transfer otomatis, atau e-wallet, Anda perlu konfigurasi payment gateway.Payment gateway memerlukan akun terpisah (contoh: Duitku, Midtrans, dll). Lihat panduan spesifik payment gateway di Panduan Integrasi Duitku →.
Integrasi Duitku
Duitku adalah payment gateway populer untuk pesantren/madrasah. Berikut cara setup:Daftar di Duitku
Kunjungi duitku.com dan buat akun (butuh NPWP atau NIB).
Buat API Key di Duitku
Di dashboard Duitku, pergi ke Settings → API Key. Copy:
- Merchant Code (nomor ID lembaga di Duitku)
- API Key (untuk autentikasi)
Input di Mazid
Di Mazid, buka Pengaturan → Payment Gateway → Duitku:
- Pilih: Duitku
- Merchant Code: Paste dari Duitku
- API Key: Paste dari Duitku
- Status: Aktif
Hal yang Perlu Diperhatikan
Pertanyaan Umum
Bagaimana jika ada pembayaran lebih yang tidak cocok dengan kode unik?
Bagaimana jika ada pembayaran lebih yang tidak cocok dengan kode unik?
Sistem akan mendeteksi sebagai “pembayaran belum terverifikasi”. Admin perlu manual check:
- Cek tagihan mana yang dimaksud
- Tekan Edit di pembayaran
- Hubungkan ke tagihan yang benar
- Sisa masuk tabungan atau kembalikan ke pengirim
Bisa buat tagihan negatif (pengembalian uang)?
Bisa buat tagihan negatif (pengembalian uang)?
Tidak ada fitur tagihan negatif. Jika ada pengembalian, admin bisa:
- Kurangi dari saldo tabungan santri/siswa
- Atau manual input pembayaran negatif di laporan
Apakah santri/siswa bisa bayar dengan cicilan?
Apakah santri/siswa bisa bayar dengan cicilan?
Fitur cicilan belum tersedia di Mazid v1. Untuk saat ini, admin perlu buat multiple tagihan (contoh: 3x untuk cicilan) atau custom setup. Hubungi support untuk opsi.
Bagaimana laporan keuangan untuk pajak/audit?
Bagaimana laporan keuangan untuk pajak/audit?
Di Keuangan → Laporan, ada export lengkap ke Excel dengan:
- Semua tagihan
- Semua pembayaran masuk
- Saldo per santri/siswa
- Pengeluaran lembaga
Bisakah saya atur komisi untuk pencatat pembayaran?
Bisakah saya atur komisi untuk pencatat pembayaran?
Fitur komisi/bonus belum ada di Mazid. Untuk saat ini, kelola insentif operator secara manual di luar sistem.